KARAKTERISTIK KONSELOR YANG DIHARAPKAN

Menurut Kathryn Geldard dalam bukunya yang berjudul Keterampilan Praktik Konseling Pendekatan Integratif (2011), hubungan antara hubungan klien dan konselor tergantung pada kepribadian, keyakinan – keyakinan, sikap – sikap, dan perilaku konselor. Karakteristik – karakteristik pribadi konselor ini akan mempengaruhi hubungan yang ia ciptakan dengan kliennya.

Sebuah hubungan konseling yang efektif dapat tercapai, jika seorang konselor berusaha untuk :

1. Bersikap Tulus

Agar klien merasa dihargai, konselor harus bersikap tulus dalam menampilkan diri apa adanya dalam segala hal. Jika ini bisa dilakukan, hubungan yang tercipta akan meningkat dan proses konselingnya akan lebih efektif.

Bagaimanapun, situasi konseling bukan tempat yang tepat bagi seorang konselor untuk menyelesaikan persoalan – persoalan mereka sendiri ; situasi konseling merupakan tempat dimana fokus utamanya adalah klien.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

KETERAMPILAN MIKRO KONSELING

Menurut Willis dalam bukunya yang berjudul Konseling Individual teori & Praktek (2010), Teknik konseling dalam mikro konseling yang dianggap penting adalah antara lain :
1. Perilaku Attending (Menghampiri Klien)
Perilaku attending dapat juga dikatakan sebagai penampilan konselor yang menampakkan komponen-komponen perilaku nonverbal, bahasa lisan, dan kontak mata. Memiliki perilaku attending (penampilan) bertujuan agar calon konselor dapat memperlihatkan penampilan yang attending di berbagai situasi hubungan interpersonal secara umum, khususnya dalam relasi konseling dengan klien.

2. Empati
Orang yang dipercayai oleh klien adalah yang memahami dan dapat merasakan perasaan, pengalaman, serta pikiran klien. Konselor yang empati mudah memasuki dunia dalam klien sehingga klien tersentuh dengan sikap konselor. Akhirnya klien akan terbuka dengan jujur terhadap konselor.
Seorang calon konselor harus dilatih agar peka terhadap perasaan klien, memahami pikirannya, dan mampu merasakan perasaan dan pengalaman klien. Untuk mencapai hal tersebut maka dilatihkan teknik empati. Latihan tersebut mencakup ungkapan perasaan konselor mengenai perasaan, pengalaman, pikiran (keadaan dunia dalam klien) baik dengan cara biasa maupun dengan cara yang lebih mendalam/menyentuh.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

PENGERTIAN DAN TUJUAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

Desember 12, 2012 3 komentar

Pengertian Layanan Bimbingan Kelompok

Menurut Prayitno (1995: 61) bahwa “Bimbingan kelompok adalah memanfaatkan dinamika untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok lebih menekankan suatu upaya bimbingan kepada individu melalui kelompok”.

Sukardi (2002: 48) menjelaskan bahwa : Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh bahan dari narasumber tertentu (terutama guru pembimbing atau konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupan sehari-hari baik individu sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat serta untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

TEKNIK SAMPLING

Desember 8, 2012 5 komentar

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability sampling dan Nonprobability sampling (Sugiyono,2011).

Probability Sampling

Probability sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih untuk menjadi anggota sampel. Teknik ini antara lain sebagai berikut:

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

PENGERTIAN POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN

November 13, 2012 5 komentar

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus (Sabar, 2007).

Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2011:80).

Jadi populasi bukan hanya orang tapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

PENGERTIAN PROFESI

Konselor adalah orang yang profesional ,artinya secara formal mereka telah disiapkan oleh lembaga atau institusi pendidikan yang berwenang. Profesi konselor adalah pelayanan social yang unik berdasarkan tehnik-tehnik

“Profesi “adalah suatu jabatan pekerjaan yang menuntut keahlian dan para petugas. artinya, pekerjaan yang disebut profesi, tidak bias dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus  terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan itu.

“Profesional” menunjukkan kepada dua hal, pertama, orang yang menyandang suatu profesi, orang  tersebut benar-benar ahli, maka disebut seorang profesional, yang kedua penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. dalam pengertian kedua ini,istilah profesionalan sering dipertentangkan dengan istilah non-profesionalan atau amatiran.

“Profesionalisme” menunjukkan kepada sikap para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesi.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

PROSES PEMBELAJARAN

Mei 27, 2012 1 komentar

Arti dan Makna Pembelajaran

Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan balajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merpakan subset khusus dari pendidikan.

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar komponen-komponen peserta didik dan pendidik dengan muatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi ini pendidik menyikapi dan memperlakukan pesrta didik sesuai dengan HMM yang melekat pada diribpeserta didik. Dalam penyikapan dan perlakuan pendidik seperti itu, peserta didik berperilaku sesuai dengan dinamika HMm-nya yang sedang berkembang.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized