Beranda > Uncategorized > PROSES PEMBELAJARAN

PROSES PEMBELAJARAN

Arti dan Makna Pembelajaran

Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan balajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merpakan subset khusus dari pendidikan.

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar komponen-komponen peserta didik dan pendidik dengan muatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi ini pendidik menyikapi dan memperlakukan pesrta didik sesuai dengan HMM yang melekat pada diribpeserta didik. Dalam penyikapan dan perlakuan pendidik seperti itu, peserta didik berperilaku sesuai dengan dinamika HMm-nya yang sedang berkembang.

Merumuskan Tujuan Pendidikan

Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab seluruh aktivitas guru dan siswa diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.(Wina.S,2007:84)

Empat kriteria atau komponen dalam merumuskan tujuan pembelajaran, maka sebaiknya rumusan tujuan pembelajaran mengandung unsur ABCD, yaitu Audience (siapa yang harus memiliki kemampuan), Behavior (perilaku yang bagaimana yang diharapkan dapat dimiliki), Condition (dalam kondisi dan situasi yang bagaimana subyek yangmenunjukkan kemampuan sebagai hasil belajar yang telah diperoleh), Degree (kualitas atau kuantitas tingkah laku yang telah diharapkan dicapai sebagai batas minimal)

Tujuan pendidikan pada dasarnya tidak lain adalah arah yang hendak dicapai demi terwujudnya tujuan hidup manusia, yaitu hidup sesuai HMM (Harkat Martabat Manusia), dengan segenap kandungannya, dimensi kemanusiaan dan pancadaya. (Prayitno,2009:48)

Manusia seutuhnya adalah sosok individu yang HMM-nya terwujud secara penuh melalui pengembangan hakikat manusia dengan kelima dimensi kemanusiaannya melalui pengaktifan pancadaya secara optimal.

Manusia melakukan kegiatan pendidikan atau menjalani proses pembelajaran bkan karena sekedar ingin belajar dan/atau bisa belajar, melainkan sejak awal kejadiannya telah dilengkapi oleh kemampuan belajar untuk mengarungi arah dan mencapai tujuan kehidupan manusia itu sendiri, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Arah dan tujuan untuk mencapai kebahagiaan hidup itu merupakan fondasi kebahagiaan hakiki pengembangan mausia, sekaligus menjadi tujuan dasar pandidikan,

Ciri-ciri Pembelajaran

  • Meningkatkan dan mendukung proses belajar bagi siwa.
  • Proses ppembelajaran mmerupakan upaya sadar dan disengaja
  • Adanya interaksi antara siswa dengan guru, siswa lain, tutor, media, atau sumber belajar lainnya.

Konsep Pembelajaran

Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakang akademisnya, latar belakang sosial ekonominya, dan lain sebagainya. Kesiapan guru untuk mengenal karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama penyampaian bahan belajar dan menjadi indikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran.

Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297), pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankanpada penyediaan sumber belajar.

Pembelajaran mempunyai dua karakteristik yaitu pertama, dalam proses pembelajran melibatkan proses mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat mambantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.

Proses pembelajaran atau pengajaran kalas (Classroom teaching) menurut Dunkin dan Biddle (1974:38) berada pada empat variabel interaksi yaitu:

  1. variabel pertanda (presage variables) berupa pendidik
  2. variabel konteks (context variables) berupa peserta didik, sekolah dan masyarakat
  3. variabel proses (process variables) erupa interaksi peserta didik dengan pendidik
  4. variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Knirk dan Gustafson (1986:18) mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu pendidik, peserta didik dan kurikulum. Komponen tersebut melengkapi stuktur dan lingkungan belajar formal. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran.

Kondisi Pembelajaran

Reigeluth dan Merril (1979) mengelompokkan variabel kondisi pemelajaran menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Tujuan dan karakteristik bidang studi

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan.

2. Kendala dan karakteristik bidang studi

Karakteristik bidang studi adalah aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mempreskripsikan stategi pembelajaran. Kendala adalah keterbatasan sumber-sumber, seperti waktu, media, personalia, dan uang.

3. karakteristik si belajar

Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas oerseorangan siswa seperti bakat, motivasi dan hasil belajar yang telah dimilikinya.

Hasil Pembelajaran

Variabel hasil pembelajran dapat diklarifikasikan dengan cara yang sama. Pada tingkat yang amat umum sekali, hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:

1. Keefektifan

Keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian si belajar. Ada 4 aspek yang penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan pembelajaran,yaitu kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari, kecepatan unjuk kerja, tingkat alih belajar, tingkat retensi dari apa yang dipelajari.

2. Efisien

Efisien pembelajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan.

3. daya tarik

Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar.

Pendekatan Belajar dan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditenpuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu. Pendekatan pembelajaran ini sebagai penjelas untuk mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bigi siswa untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru, dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Dalam upaya pencapaian tujuan instruksional tersebut akan menghasilkan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini akan memberikan dampak tertentu terhadap sistem pembelajaran, sehingga pengajaran beralih pendekatannya dari cara lama ke cara baru yang lebih meyakinkan. Beberapa perubahan dalam pendekatan tersebut antara lain adalah:

  1. Penerapan prinsip-prinsip belajar mengajar yang lugas dan terencana
  2. Mengacu pada aspek-aspek perkembangan sesuai tingkat peserta didik
  3. Dalam proses pembelajaran betul-betul menghormati individu peserta didik
  4. Memperhatikan kondisi obyektif  individu bertitik tolak pada perkembangan pribadi peserta didik
  5. Menggunakan metode dan teknik mengajar yang sesuai dengan kebutuhan materi pelajaran
  6. Memaparkan konsep masalah dengan penuh disiplin
  7. Menggunakan pengukuran dan evaluasi hasil belajar yang standar untuk mengukur kemajuan belajar
  8. Penggunaan alat-alat audio visual dengan memanfaatkan fasilitas maupun perlengkapan yang tersedia secara optimal.

Macam-macam Teori Pembelajaran

  • Teori Pembelajaran Behavioristik

Merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R) yang diberikan atas stimulus tersebut.

  • Teori Pembelajaran Konstruktivisme

Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivisme memendang subyek aktif menciptakan stuktur-struktur kognitif dalam interaksi dengan lingkungan. Yang terpenting dalam teori ini adalah bahwa dalam proses pembelajaran, si belajar yang harus mendapatkan pengajaran.

  • Teori Pembelajaran Kognitif

Teori ini memandang bahwa perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada bagian-bagian suatu situasi berhubungan dengan koneks seluruh situasi tersebut.

  • Teori Pembelajaran Humanistik

Teori ini memandang bahwa belajar menekankan pentingnya isi dari proses belajar yang bersifat eklektik yang bertujuan memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri.

  • Teori Pembelajaran Kontemporer

Teori ini menekankan pada pentingnya sebuah sistem informasi inilah yang akan menentukan proses bagaimana proses belajar akan berlangsung, sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA

Makmum, Abin Syamsudin. 2007. Psikologi Pendidikan Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: ALFABETA. cv

 Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana

Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Kategori:Uncategorized
  1. Mei 7, 2013 pukul 5:52 pm

    Incredible! I’m truly enjoying the style and design of your site. Are you using a custom template or is this freely available to all users? If you really don’t want to say the name of it out
    in the general public, please e-mail me at: haiwicks@gmx.
    de. I’d love to get my hands on this template! Thank you.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: