Beranda > Uncategorized > HIERARKI KEBUTUHAN MANUSIA MENURUT MASLOW

HIERARKI KEBUTUHAN MANUSIA MENURUT MASLOW

Konsep maslow tentang hierarki kebutuhan bahwa kebutuhan yang lebih rendah tingkatnya harus dipuaskan atau minimal terpenuhi secara relatif sebelum kebutuhan yang lebih tinggi tingkatnya menjadi motivator tindakan. Lima kebutuhan yang membentuk hierarki kebutuhan ini merupakan kebutuhan-kebutuhan konatif, artinya bercirikan daya juang atau motivasi. Kebutuhan ini sering disebut dengan kebutuhan-kebutuhan dasar, dapat disusun dalam sebuah hierarki atau tangga jenjang, dimana setiap anak tangga selalu mengarah pada anak tangga yang ada di atasnya, mencerminkan adanya dorongan menuju kebutuhan di tingkatan lebih tinggi sekaligus menjadi syarat utama untuk bisa bertahan hidup lebih jauh.

Maslow (1970) mendata kebutuhan –kebutuhan berdasarkan  potensinya ada lima, yaitu: fisiologis, rasa aman, rasa dimiliki dan dicintai, rasa dihargai dan aktualisasi diri.


1.   Kebutuhan Fisiologis (the physiological needs)

Umumnya kebutuhan fisiologis bersifat homeostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik) seperti makan, minun, gula, garam, protein serta kebutuhan istirahat dan seks. Ini termasuk kebutuhan akan oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, dan lainnya seperti mineral dan vitamin. Dan juga, ada kebutuhan untuk aktif, istirahat, tidur, untuk melepaskan diri dari yang tidak dibutuhkan ( CO2, keringat, air kencing, dan kotoran ), untuk menjaga agar tidak sakit dan untuk memenuhi seks.

Kebutuhan fisiologis ini sangat kuat, dalam keadaan absolut (kelaparan dan kehausan) semua kebutuhan lain ditinggalkan dan orang mencurahkan semua kebutuhannya untuk memenuhi kebutuhan ini. Bisa terjadi kebutuhan fisiologis harus dipuaskan oleh pemuas yang seharusnya, (misal: orang yang kehausan harus minum atau dia mati), tetapi ada juga kebutuhan yang dapat dipuaskan dengan pemuas lain (misalnya orang minum atau merokok untuk menghilangkan rasa lapar). Bahkan bisa terjadi pemuas fisiologis itu dipakai untuk memuaskan kebutuhan jenjang yang lebih tinggi, misalnya orang yang tidak terpuaskan cintanya, merasa kurang puas secara fisiologis sehingga terus-menerus makan untuk memuaskannya.

2.   Kebutuhan Rasa Aman (the safety and security needs)

Ketika manusia sudah terpuaskan sebagai kebutuhan fisiologisnya, mereka  mulai termotivasi oleh kebutuhan akan rasa aman, termasuk rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam,seperti perang, terorisme, penyakit, rasa takut, rasa cemas, bahaya, kerusuhan, dan bencana alam. Kebutuhan terhadap hukum, aturan dan struktur juga menjadi bagian dari kebutuhan akan rasa aman (Maslow, 1970). Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman pada dasarnya adalah kebutuhan mempertahankan kehidupan. Kebutuhan fisiologis adalah pertahanan hidup jangka pendek, sedangkan kebutuhan rasa aman adalah pertahanan hidup jangka panjang.

Kebutuhan keamanan sudah muncul sejak bayi, dalam bentuk menangis dan berteriak ketakutan karena perlakuan kasar. Anak akan merasa lebih aman berada dalam suasana keluarga yang teratur, terorganisir dan disiplin. Pada masa dewasa kebutuhan rasa aman berwujud dalam berbagai bentuk: – kebutuhan pekerjaan dan gaji yang mantap, memperoleh jaminan masa depan.

Praktek beragama dan keyakinan filsafat tertentu yang membantu orang lain untuk mengorganisir dunianya menjadi lebih bermakna dan seimbang, sehingga orang merasa lebih “selamat”.

3.   Kebutuhan untuk dicintai dan dimiliki (the love and belonging needs)

Sesudah kebutuhan fisiologis dan keamana relatif  terpuaskan, kebutuhan dimiliki atau menjadi bagian dari kelompok sosial dan cinta menjadi tujuan yang dominan. Kebutuhan dimiliki ini terus penting sepanjang hidup.

Cinta adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai, menghormati, dan mempercayai.dicintai dan diterima adalah jlan menuju perasaan yang sehat dan berharga, sebaliknya tanpa cinta menimbulkan kesia-siaan, kekosongan dan kemarahan. Kebutuhan ini juga mencakup sejumlah aspek hubungan seksual dan hubungan antar pribadi, seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta (Maslow, 1970).

Menurut Maslow kegagalan memenuhi kebutuhan dimiliki dan dicintai menjadi sebab hampir semua bentuk psikopatologi. Pengalaman kasih sayang anak-anak menjadi dasar perkembangan kepribadian yang sehat. Gangguan penyesuaian bukan disebabkan oleh frustasi keinginan sosial, tetapi lebih karena tidak adanya keintiman psikologik dengan orang lain.

4.   Kebutuhan untuk dihargai (the esteem needs)

Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, kekuatan motivasinya melemah, diganti motivasi harga diri. Ada dua jenis harga diri :

1. Menghargai diri sendiri ( self respect )

Harga diri adalah perasaan seseorang terhadap keberhargaan dan keyakinan dirinya. Contoh :kebutuhan kekuatan , penguasaan kompetensi, kepercayaan diri, prestasi, kemandirian, dan kebebasan.

2. Mendapat penghargaan dari orang lain ( respect from others )

Penghargaan dari orang lain merupakan persepsi tentang prestise, pengakuan atau ketenaran yang berhasil dicapai seseorang dimata orang lain. Cotoh : kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, dan kehormatan.

Dengan kata lain, hargadiri didasarkan pada kompetensi nyata dan bukan sekedar opini orang lain. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.

5.   Kebutuhan untuk mengakualisasikan diri (the self- actualization needs)

Sesudah semua kebutuhan dasar terpenuhi, muncullah kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan menjadi sesuatu yang orang lain itu mampu mewujudkannya memakai (secara maksimal) seluruh bakat, kemampuan, potensinya. Aktualisasi diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang dia dapat melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai puncak prestasi potensinya.

Siapapun yang sudah mencapai tingkat aktualisasi diri berarti menjadi manusia seutuhnya, sanggup memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bagi orang lain hanya terlihat samar-samar atau bahkan tidak pernah dilihatnya sama sekali.

Sebagai tambahan bagi lima kebutuhan konatif ini, Maslow juga mengidentifikasikan tiga kebutuhan dari kategori yang lain yaitu : kebutuhan estetis, kebutuhan kognitif, dan kebutuhan neurotik.

  • Kebutuhan estetis

Tidak seperti kebutuhan konatif, kebutuhan estetis tidak bersifat universal,karena hanya segelintir orang disetiap budaya termotivasi oleh kebutuhan akan keindahan dan pengalaman-pangalaman yang menyenangkan secara estetis. Orang  dengan kebutuhan estetis kuat menginginkan lingkungan sekeliling yang indah dan teratur, dan jika kebutuhan-kebutuhan ini tidak terpenuhi , mereka akan menjadi sakit karena kebutuhan konatifnya terhambat.

  • Kebutuhan kognitif

Sebagian besar oarng memiliki keinginan-keinginan untuk mengetahui sesuatu, memecahkan misteri, memahami sesuatu, dan ingin menyelidiki sesuatu. Maslow (1970) menyebut keinginan-keinginan ini dengan sebutan kebutuhan kognitif.

Maslow (1968, 1970), percaya bahwa pribadi yang sehat ingin tahu lebih banyak, berteori sesuatu, menguji hipotesis, memecahkan misteri atau menemukan bagaimana sesuatu bekerja hanya demi kepuasan mengetahui itu saja.

  • Kebutuhan Neurotik

Khusus kebutuhan-kebutuhan neurotik, dia mengarah hanya kepada stagnasi dan patologi tertentu ( Maslow,1976). Menurut devinisinya kebutuhan neorotik bersifat non produktif. Kebutuhan ini hanya mendesakkan terus menerus gaya hidup tidak sehat dan tanpa nilai dalam perjuangan mereka untuk aktualisasi diri.

DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. 2004. Psikologi Keperibadian.Malang : UMM Press

Feist, J.Feist, G.J.2008. Theories of Personality. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: