Beranda > Uncategorized > BELAJAR DARI SI KUCING

BELAJAR DARI SI KUCING

Saat itu aku berkunjung ke rumah nenek, beliau mempunyai seekor kucing. Nenekku ini sangat menyukai kucing itu, beliau menganggap kucing yang yang diberi nama melati itu sebagai temannya. Suatu hari si kucing tidak pulang ke rumah nenek, nenek selalu menanyakan kepadaku kemana perginya melati? Lalu timbul pertanyaan dalam hatiku. Apa sih berharganya hewan ini sampai nenekku terasa kangen sekali ketika si kucing tidak pulang ke rumah hanya satu hari. Lalu mulai ku amati kucing itu pas sudah pulang.

Awalnya yang kulihat adalah matanya sangat mengesankan ketika siang hari buletan (pupil) matanya bakal kecil ini untuk menghindari banyaknya cahaya yang masuk yang dapat menyebabkan efek silau sedangkan pada malam hari adalah kebalikannya buletan (pupil) mata kucing akan membesar mengisi penuh matanya menyerap semaksimal mungkin cahaya yang masuk untuk mendapatkan efek terang. Ini bila dikaitkan dengan nilai kehidupan berarti hidup itu perlu adaptasi, untuk bisa survive kita harus mampu beradaptasi dengan kondisi dimana kita hidup, jangan pernah menantang alam karena alam akan memakanmu (sulit memperoleh kebahagiaan).

Ketika si kucing dielus oleh nenek si kucing terlihat sangat manja dan akan merasa senang sekali. Seakan-akan ini menunjukkan bahwa semua makhluk ciptaan Allah SWT memang mengharapkan kasih sayang.

Ketika aku melihat si kucing sedang mencari tikus atau mangsanya, si kucing ini sangat terlihat fokus sekali terhadap mangsanya tersebut. kucing selalu fokus pada satu buruannya. walaupun ada tikus yang lebih besar lewat di dekat si kucing, si kucing tidak peduli, matanya tetap pada buruan awal. Si kucing tetap fokus sambil membuat posisi kucing-kucing yang tepat untuk siap menerkam buruannya. Lebih istimewa lagi ketika si kucing mampu bersabar menunggu waktu yang tepat untuk menerkam si tikus. Akhirnya pada hitungan kesekian si kucing melompat dan menerkam si tikus. Hal ini seperti menujukkan bahwa harusnya kita tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan jangan mudah tergoyahkan oleh godaan.

Ketika aku melihat si kucing dilempar oleh adikku dari ketinggian berapa pun dia akan tetap mendarat dengan keempat kakinya Seolah-olah mengingatkan kita untuk tetap tegak berdiri menantang kerasnya hidup Agar jangan pernah menyerah walau terkadang kita jatuh.

Ketika si kucing mendekat padaku lalu kuelus-elus ternyata bulunya ada yang jatuh beberapa helai, terlintas dalam pikiran ada tidak ya mesin pengitung bulu kucing? Aku rasa tidak ada dan manusiapun aku rasa tidak akan sanggup untuk mengitung berapa helai bulu si kucing ini. Sehingga tidak ada yang tahu pasti berapa helai bulu yang menempel pada kucing ini. Hal ini sepertinya membuatku berfikir lagi hidup itu mistery penuh dengan teka teki, kita tidak akan pernah tau berapa besar atau berapa banyak yang akan kita dapatkan kelak, hanya dengan kerja keras dan usaha kita bisa menguak mistery itu dan mungkin bisa memecahkan teka teki hidup.

ketika kucing ditendang oleh adikku pun si kucing ini hanya akan pergi menjauh Kucing tahu bahwa dia tidak disukai dan tidak ada gunanya bila dia disana saat itu. Namun kucing juga tidak serta merta kapok untuk datang kembali Berharap perasaan seseorang tersebut akan berubah tentangnya. Sungguh luar biasa sabar, tidak putus asa bahkan tak ada rasa dendam.

Ternyata pada seekor kucing mengandung beberapa arti nilai kehidupan yang bisa kita ambil positifnya.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: