Beranda > Uncategorized > MOTIVASI BELAJAR

MOTIVASI BELAJAR

Pengertian Motivasi dan Cakupannya

Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dari dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengrtian yang di kemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi, yaitu motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi, yang di tandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.

Thomas L. Good dan Jere B. Braphy mendefinisikan motivasi sebagai suatu energi penggerak yang memperkuat dan mendorong seseorang untuk bertingkah laku. Motivasi adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas secara harafiah yaitu sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang/ kelompok orang yang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya.

Dari pendapat para ahli di atas dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi adalah keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah laku individu untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitasaktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan.

Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu: (1) kebutuhan, (2) dorongan, dan (3) tujuan.

  1. Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan.
  2. Dorongan merupakan kekuatan mentak untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti motivasi.
  3. Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan perilaku dalam hal ini adalah perilaku belajar.

Menurut “Hull” dorongan atau motivasi berkembang untuk memenuhi kebutuhan organisme. Di samping itu juga merupakan sistem yang memungkinkan organisme dapat memelihara kelangsungan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan organisme merupakan penyebab munculnya dorongan, dan dorongan akan mengaktifkan tingkah laku mengembalikan keseimbangan fisiologis organisme. Tingkah laku organisme terjadi disebabkan oleh respon dari organisme, kekuatan dorongan organisme, dan penguatan kedua hal tersebut. Hull memang menekankan dorongan sebagai motivasi penggerak utama perilaku.

Maka tujuan merupakan pemberi arah pada perilaku. Secara psikologis merupakan titik akhir “sementara” pencapaian kebutuhan. Jika tujuan tercapai, maka kebutuhan terpenuhi untuk ‘sementara’.

Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:

  1. menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
  2. menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, dibandingkan dengan     teman sebaya; sebagai ilustrasi.
  3. mengarahkan kegiatan belajar.
  4. membesarkan semangat belajar.
  5. menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja  yang berkesinambungan individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil.

Macam-Macam Motivasi Belajar

1.   Motivasi Intrinsik

Motivasi intrinsik merupakan jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan atau dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Menurut Syaiful Bahri motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dari artikel Siti Sumarni menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang.

Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.

2.   Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik merupakan jenis motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian individu mau melakukan sesuatu atau belajar. Menurut A.M. Sardiman motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan menurut Rosjidan, et al Motivasi Ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak di luar pengetahuan, yakni tidak terkandung di dalam perbuatan itu sendiri. Dari  pendapat di atas, dapat di simpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.

Beberapa strategi yang bisa digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar, sebagai berikut:

  1. Menjelaskan tujuan belajar kepada peserta didik.
  2. Hadiah.
  3. Saingan atau kompetisi.
  4. Pujian.
  5. Hukuman.
  6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal kepeserta didik.
  7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
  8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.
  9. Menggunakan metode yang bervariasi.
  10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pengaruh Motivasi Terhadap Pengajaran, Pembelajaran

Belajar adalah suatu hal yang diwajibkan untuk semua orang, belajar sebenarnya menyenangkan. Namun, selalu ada hambatan-hambatan yang membuat kita enggan untuk belajar. Menurut Dimyati dan Mudjiono, terdapat beberapa unsur yang mempengaruhi mitivasi terhadap pengajaran dan pembelajaran, antara lain:

a.      Cita-cita atau aspirasi

Dari segi manipulasi kemandirian, keinginan yang tidak terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar, dari segi pembelajaran penguatan dengan hadiah atau hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan dan kemauan menjadi cita-cita. Cita-cita dapat berlangsung dalam waktu sangat lama bahkan sampai sepanjang hayat. Cita-cita seorang akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan prilaku belajar.

Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian.Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik. Sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri.

b.      Kemampuan

Keinginan perlu diikuti dengan kemampuan untuk mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasi untuk melakukan tugas-tugas perkembangannya.

c.       Kondisi Siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar, atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar. Sebaliknya, seseorang siswa yang sehat, kenyang, dan gembira akan mudah memusatkan perhatian. Anak yang sakit akan enggan belajar. Anak yang marah-marah akan sukar memusatkan perhatian pada penjelasan pelajaran. Dengan kata lain, kondisi jasmani dan rohani siswa berpengaruh pada motivasi belajar.

d.      Kondisi Lingkungan

Lingkungan dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat, maka seseorang dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Bencana alam, tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang nakal, perkelahian antarsiswa, akan mengganggu kesungguhan belajar.sebaliknya, kampus sekolah yang indah, pergaulan siswa yang rukun, akan memperkuat motivasi belajar. Oleh karena itu, kondisi lingkungan sekolah yang sehat, kerukunan hidup, ketertiban pergaulan perlu dipertinggi mutunya. Dengan lingkungan yang aman, tentram, tertib, dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.

e.       Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran

Seseorang memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan karena pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebaya berpengaruh pada motivasi dan prilaku belajar. Lingkungan alam, tempat tinggal dan pergaulanjuga mengalami perubahan. Lingkungan budaya seperti surat kabar, majalah, radio, televisi semakin menjangkau seseorang. Semua lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi belajar. Guru profesional diharapkan mampu memanfaatkan surat kabar, majalah, siaran radio, televisi, dan sumber belajar di sekitar sekolah untuk memotivasi belajar.

f.        Upaya guru dalam membelajarkan siswa

Guru adalah pendidik yang berkembang. Tugas profesionalnya mengharuskan dia belajar sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat tersebut sejalan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah yang juga dibangun. Guru tidak sendirian dalam belajar sepanjang hayat. Lingkungan sosial guru, lingkungan budaya guru, dan kehidupan guru perlu diperhatikan oleh guru. Sebagai pendidik, guru dapat memiliah dan memilih yang baik. Pastisipasi dan teladan memilih perilaku yang baik tersebut sudah merupakan upaya membelajarkan siswa. Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan di luar sekolah.

Upaya pembelajaran di sekolah meliputi hal-hal berikut:

  1. menyelenggarakan tertib belajar di sekolah,
  2. membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan, seperti pemanfaatan waktud an pemeliharaan fasilitas sekolah,
  3. membina belajar tertib pergaulan, dan
  4. membina belajar tertib lingkungan sekolah. Di samping penyelenggaraan tertib yang umum tersebut, maka secara individual tiap guru menghadapi anak didiknya.

 Upaya pembelajaran tersebut meliputi:

  1. pemahaman tentang diri siswa dalam rangka kewajiban tertib belajar,
  2. pemanfaatan penguatan berupa hadiah, kritik, hukuman secara tepat guna, dan
  3. mendidik cinta belajar.

Menurut Wlodkowski dan Jaynes, motivasi belajar dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

  1. Budaya

Sistem nilai yang dianut orangtua akan mempengaruhi keterlibatan orangtua secara mendalam dalam upaya-upaya untuk menanamkan  energi si anak.

  1. Keluarga

Faktor keluarga memberikan pengaruh penting terhadap motivasi belajar seseorang. Keterlibatan langsung orangtua dalam belajar anak, mereka melihat dorongan orangtua merupakan hal yang utama di dalam mengarahkan tujuan mereka.

  1. Sekolah atau Kampus

Peran guru atau dosen dalam memotivasi anak juga tidak diragukan.

Dibawah ini beberapa kualitas guru atau dosen yang efektif dalam memotivasi anak , yaitu:

    1. Guru atau dosen selaku manajer yang baik.
    2. Guru atau dosen mengharapkan siswanya untuk menjadi siswa yang sukses.
    3. Guru atau dosen memberikan bahan pelajaran yang sesuai dengan  kapasitas siswanya.
    4. Guru atau dosen memberikan umpan balik bagi siswanya.
    5. Guru atau dosen memberikan tes yang adil.
    6. Guru atau dosen menjelaskan kriteria perilaku penilaiannya.
    7. Guru atau dosen membantu anak untuk menyadari pertumbuhan kompetensi dan penguasan anak.
    8. Guru atau dosen mampu bersikap empati.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi pengajaran dan pembelajaran:

  1. Faktor Internal adalah faktor yang ada palam diri manusia sendiri yang berupa sikap, kepribadiaan, pendidikan, pengalaman, dan cita-cita.
  2. Faktor Eksternal adalah faktor yang bersal dari luar diri manusia itu sendiri yang terdiri dari:
    • Lingkungan sosial, yang meliputi lingkungan masyarakat, tetangga, teman, orangtua atau keluarga.
    • Lingkungan non sosial meliputi keadaan gedung sekolah atau kampus, letak sekolah atau kampus, jarak tempat tinggal dengan sekolah atau kampus, alat-alat belajar, kondisi ekonomi orangtua dan lain-lain

Faktor yang mempengarui belajar seseorang menjadi tigamacam,yaitu:

  1. Faktor-faktor stimulasi belajar

Yang dimaksud faktor stimulasi belajar adalah segala hal di luar individu itu untuk mengadakan reaksi atau pebuatan belajar. Stimulasi dalam penelitian ini mencakup materiil serta suasana lingkungan yang ada di sekitar individu.

  1. Faktor metode belajar

Metode yang dipakai guru atau dosen sangat mempengaruhi belajar siswa. Metode yang menarik dapat menimbulkan rangsangan dari siswa untuk meniru dan mengaplikasikannya dalam cara belajarnya.

  1. Faktor-faktor individual

Faktor-faktor ini menyangkut hal-hal berikut: kematangan, faktor usia, jenis kelamin, pengalaman, kapasitas mental, kondisi kesehatan fisik dan psikis, rohani serta motivasi.

DAFTAR PUSTAKA

Koeswara, E.. 1998. Motivasi. Bandung: Angkasa

Mudjiono & Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Siagian, SP. 1989. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Bina Aksara

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta

Sumadi Suryabrata. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: