Beranda > Uncategorized > SEGI-SEGI PENDIDIKAN

SEGI-SEGI PENDIDIKAN

A.     Mengajar dan Mendidik

Pada hakikatnya antara mengajar dan mendidik itu tidak adda perbedaan yang tegas. Keduanya tak dapat dipisah-pisahkan. Siapa yang mengajar, ia juga mendidik; dan siapa hendak mendidik, harus juga mengajar. Rupanya tidak akan mungkin orang dapat mendidik anak tanpa dengan mengajarnya.  Juga dalam kehidupan sehari-hari  kita sering mendengar kata-kata “mengajar” atau “diajar”, yang sebenarnya berarti pula “mendidik” atau “dididik”.

Pendidikan yang diberikan terhadap anak-anak sebenarnya merupakan pendidikan keseluruhan, baik jasmani maupun rohani. Perbedaan antara mendidik dan mengajar yaitu: “mengajar” ialah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilan pada anak-anak. Pengajaran ialah guru berusaha membentuk kecerdasan dan ketangkasan anak . mendidik ialah membentuk budi pekerti dan watak ank-anak.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan lebih luas daripada pengajaran. Pendidikan merupakan pendidikan keseluruhan, merupakan pembentukan kepribadian. Pendidikan meliputi segala usaha yang dilakukan dalam hal mendidik.

B.      Segi-Segi Pendidikan

Adapun pembagian segi-segi pendidikan atau macam  pendidikan itu ialah sebagai berikut:

1.       Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani adalah salah satu segi pendidikan yang sungguh penting, yang tidak dapat terlepas dari segi-segi pendidikan yang lain. Dapat dikatakan pendidikan jasmani itu merupakan salah satu alat yang utama bagi pendidikan rohani.

Tujuan pendidikan jasmani antara lain:

  1. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan badan
  2. Membentuk budi pekerti anak-anak
  3. Memupuk perasaan kesosialan
  4. Memupuk perkembangan fungsi-fungsi jiwa

Setelah anak bersekolah segala sesuatu tentang pendidikan jasmani di teruskan dan diperbaiki oleh nsekolah. Adapun tugas sekolah terhadap pendidikan jasmani anak-anak antara lain:

  1. Dengan mengajarlan bermacam macam permainan dan gerak badan
  2. Dengan mengajarkan ilmu kesehatan, yang dapat member petunjuk-petunjuk kepada anak-anak bagaimana seharusnya berbuat dan hidup menurut syarat-syarat ilmu kesehataan itu
  3. Menjaga dan memelihara kebersihan sekolah tempat anak-anak itu belajar
  4. Mengatur jalannya pendidikan dengan sebaik-baiknya

Dari uraian diatas nyatalah bahwa tugas sekolah mempunyai dua segi:

  • Segi positif: yang berarti secara langsung berusaha memupuk perkembangan jasmani anak-anak
  • Segi preventif: yang berarti secara tidak langsung menjaga supaya perkembangan dan kesehatan jasmani anak itu jangan sampai terganggu.

2.      Pendidikan Kecakapan

Pendidikan kecakapan atau pendidikan intelek ialah pendidikan yang bermaksud mengembangkan daya pikir (kecerdasan) dan menambah pengetahuan anak-anak.  Pendidikan kecakapan juga merupakan syarat atas dasar untuk melaksanakan macam-macam atau segi-segi pendidikan yang lain, seperti pendidikan ketuhanan,pendidikan kesusilaan, pendidikan keindahan, dan pendidikan kemasyarakatan.

Pendidikan kecerdasan mempunyai dua tugas yang penting yaitu:

a.      Pembentukan fungsional (pengruh jiwa daya)

Yang dimaksud dengan pembentukan fungsional atau pembentukan formal ialah pembentukan fungsi-fungsi jiwa, seperti pengamatan, ingatan, fantasi, berpikir, perasaan, dan kemauan.

b.      Pembentukan material

Pendidikan intelek disebut pembentukan material jika di dalamnya bermaksud menambah ilmu pengetahuan atau bahan-bahan yang di butuhkan dalam kehidupan manusia.

Pembentukan material dapat kita bagi menjadi dua bagian;

  • Menambah pengetahuan
  • Menambah ketrampilan

3.      Pendidikan Agama

a.      Tujuan pendidikan agama dan pengelolaannya

Tujuan pendidikan agama di sekolah ialah untuk mendidik anak-anak supaya menjadi orang yang taqwa kepada tuhan YME pendidikan agama di sekolah umum terutama di sekolah negeri di lakukan oleh guru-guru agama yang di angkat oleh Departemen Agama.

b.      Bila dan bagaimana pendidikan itu ditanamkan pada anak-anak?

Pendidikan agama itu diberikan kepada anak-anak sejak anak-anak itu bersekolah sampai perguruan tinggi. Secara pedagogis pendidikan dimulai sedini-dininya, sejak anak masih kecil. Sama halnya dengan segi-segi pendidikan lain, pendidikan menyangkut tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

4.      Pendidikan kesusilaan

a.     Tujuan pendidikan kesusilaan

Maksud dan tujuan pendidikan kesusilaan ialah memimpin anak setia serta mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri. Singkatnya dapat dikatakan bahwa pendidikan kesusilaan ialah mendidik anak menjadi orang yang berkepribadian dan berwatak baik.

b.      Dasar-dasar pendidikan kesusilaan

Menurut John Dewey, seorang ahli didik Amerika yang terkenal, ada tiga unsur yang penting, yaitu:

  1. Kemauan
  2. Kejerrnihan keputusaan
  3. Kehalusan perasaan

Untuk mencapai hasil yang baik pendidikan kesusilaan perlu dasar-dasar berikut:

  • Anak harus dialar supaya supaya dapat membedakan yang baik dari yang buruk.
  • Anak hendak didik agar berkembang perasaan cintanya terhadap sesuatu yang baik dan membenci yang buruk.
  • Anak harus dibiasakan mengerjakan segala sesuatu yang baik dan menjauhi yang buruk.

c.       Sumber-sumber kesusilaan

Dalam mencari norma-norma kesusilaan orang dapat berpedoman kepada sumber-sumber berikut: (1). Agama (2). Negara (3). Masyarakat (4). Pribadi, Serta (5). Filsafat Dan Ilmu.

5.      Pendidikan Keindahan

a.      Norma-norma keindahan

Tinggi rendahnya perasaan indah pada anak-anak dan pada orang dewasa tidak sama satu sama lain karena dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  1. Pembawaan dan bakat seseorang
  2. Lingkungan (milieu) seseorang
  3. Aliran seni dan mode
  4. Umur
  5. Perbedaan jenis kelamin pun terkadang mempengaruhi cita rasa.

b.      Dasar-dasar pendidikan keindahan

Maksud pendidikan keindahan ialah mendidik anak-anak supaya dapat merasakan dan mencintai sesuatu yang indah dan selalu ingin berbuat dan berlaku menurut norma-norma keindahan.

6.      Pendidikan Kemasyarakatan

a.       Tugas dan tujuan pendidikan kemasyarakatan

Dapat dikatakan bahwa tugas dan tujuan pendidikan sosial ialah:

  1. mengajar anak-anak yang mempunyai hak saja, menjadi manusia yang tahu dan menginsafi tugas kewajibannya.
  2. Membiasakan anak-anak berbuat mematuhi dan memenuhi tugas kewajiban sebagai anggota masyarakat.

b.      Lingkungan sosial dan pendidikan sosial

Lingkungan sosial ialah setiap orang dan anak-anak yang berhubungan dengan anak itu. Yang dimaksud pendidikan yaitu pengaruh-pengaruh yang disengaja dari anggota-anggota berbagai golongan tertentu. Jadi, pendidikan sosial ialah pengruh yang disengaja yang datang dari pendidik itu sendiri, dan pengruh itu berguna untuk:

  1. Menjadikan anak itu anggota yang baik dalam golongannya
  2. Mengajar anak itu supaya dengan sabar berbuat sosial dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Langeveld. 1980. Pedagogik Teoritis Sistematis. Jemmars 80.

Purwanto, Ngalim. 1986. Ilmu Kependidikan. Bandung: Remadja Karup.

Soejono.Pendahuluan Ilmu Pendidikan Umum. Bandung: CV. Ilmu.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: